Ramai diberitakan di media-media seputar kontroversi yang terjadi antara presiden SBY melawan Megawati perihal kasus BLT, masih saja menjadi lelucon tak bermutu hingga hari ini. BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dibagikan pemerintah SBY pada pertengahan Maret lalu dituding oleh Megawati sebagai bentuk kampanye dan tebar pesona menjelang Pemilu 9 April mendatang. megawati pun gerah dan berkomentar keras terhadap kebijakan BLT pada salah satu kampanyenya dengan mengatakan kurang lebih, “apakah ibu2 rela bergencet-gencet menggadaikan harga diri anda hanya untuk uang 200 rb rupiah ? mengapa pemerintah tidak menggunakan uang kompensasi BBM itu untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan, dll?’……bak bola salju yang menggelinding membesar, kritikan ibu mega ditanggapi dengan elegan dan tenang oleh SBY di salah satu kampanyenya dengan mengatakan, “Apakah kita punya hati, apakah kita tidak boleh membantu rakyat miskin, dst…” kontroversipun terjadi dimasyarakat. kelihatannya di akar rumput perang urat syaraf ini dimenangkan dengan telak oleh pak SBY. simpati dan dukungan mengalir kepada beliau dari orang2 miskin. selang tidak berapa lama, dalam hitungan hari megawati mengadakan jumpa pers untuk “menjilat ludahnya” sendiri. dengan mengatakan kurang lebihnya, “kami tidak menolak program BLT namun kami akan mengawasi pendistribusiannya agar tepat sampai kemasyarakat”. tidak hanya sampai disini kepanikan ibu mega semakin menjadi-jadi ketika terlihat di banyak televisi iklan PDI-P yang menggambarkan kadernya sedang membantu dan mengawasi pembagian BLT. memang lucu sekali…didaerahku gak ada tu kader PDI yang mengawasi pembagian BLT…hanya sekedar menutup malu dimuka media ? may be yes…dari sini kita melihat setidaknya 2 hal penting
1. Ibu Mega berbicara tidak difikir terlebih dahulu, lebih mendahulukan perasaan dan emosi daripada logika akal sehat
2. Ibu Mega pastinya mendapat kritikan dari kaum akar rumput PDI yang kebetulan juga mendapat BLT
dengan segala kekonyolan ibu mega maka kita pastinya berfikir masih layakkah dia memimpin bangsa? Ada-ada saj…